15 Mei 2026 · Tim Fleevo
Apa yang Diharapkan OJK dari Keputusan Pemberian Kredit Berbasis AI
Bank dan perusahaan multifinance di Indonesia wajib mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan kredit yang mereka buat, terlepas dari apakah analisis yang mendasarinya dihasilkan oleh manusia atau model. Hal ini tidak berubah ketika AI terlibat; justru standar dokumentasinya menjadi lebih tinggi.
Standarnya bukan "gunakan AI" atau "jangan gunakan AI", melainkan "bisakah Anda menjelaskan keputusannya"
Bagi lembaga pembiayaan yang tunduk pada ekspektasi manajemen risiko OJK, pertanyaan praktisnya bukan apakah AI membantu dalam keputusan kredit. Pertanyaannya adalah apakah keputusan tersebut, beserta seluruh dasar yang membentuknya, dapat direkonstruksi dan dijelaskan ketika diminta.
Artinya, alat underwriting berbasis AI yang berguna perlu menghasilkan, selain skor itu sendiri:
- Dokumen dan titik data spesifik yang menjadi dasar skor
- Alur penalaran yang menghubungkan input tersebut dengan hasilnya
- Catatan siapa yang meninjau skor tersebut dan tindakan apa yang diambil
- Cara untuk menandai dan mendokumentasikan pengecualian atau override
Skor tanpa penalaran yang terlihat adalah liabilitas, bukan jalan pintas, seakurat apa pun skor tersebut.
Di mana hal ini muncul dalam praktik
Beberapa momen di mana keterjelasan bukan lagi opsional:
- Audit internal. Tim risiko dan kepatuhan perlu mengambil sampel keputusan dan memverifikasi bahwa kriteria underwriting diterapkan secara konsisten.
- Pemeriksaan regulator. OJK dapat meminta dasar dari keputusan kredit tertentu, terutama untuk kredit bermasalah.
- Sengketa peminjam. Peminjam yang ditolak atau mengajukan keberatan berhak mengetahui alasannya.
Artinya bagi pemilihan alat underwriting berbasis AI
Pertanyaan yang relevan saat mengevaluasi alat underwriting berbasis AI bukan sekadar "seberapa akurat skornya", melainkan "bisakah saya menyerahkan skor ini, beserta penalarannya, kepada auditor atau pemeriksa tanpa kerja tambahan". Alat yang hanya menghasilkan angka tanpa jejak pendukung justru mengembalikan beban dokumentasi tersebut kepada tim internal lembaga pembiayaan, yang menggugurkan sebagian besar manfaat penggunaan AI itu sendiri.